Analisis Pendapatan Usahatani Kopi Di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah
DOI:
https://doi.org/10.55542/gpjer.v3i1.224Kata Kunci:
Produksi, penerimaan, biaya total, pendapatan, kelayakan usahatani kopiAbstrak
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pendapatan rata-rata dan melihat tingkat kelayakan usahatani kopi di Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari petani melalui wawancara langsung, dengan jumlah sampel sebanyak 34 Petani di Desa Bener Pepanyi. Dalam penelitian ini rata-rata produksi usahatani kopi adalah sebesar 1.088 Kg/Ha/Tahun dengan rata-rata harga komoditi kopi dalam penelitian ini adalah sebesar Rp 26.625,- /Kg, sehingga penerimaan usahatani kopi di Kecamatan Permata adalah sebesar Rp 28.968.000,-. Adapun biaya produksi rata-rata usahatani kopi dalam penelitian ini adalah sebesar Rp 7.048.669,- Ha/Tahun. Sehingga pendapatan bersih usahatani kopi di Kecamatan Permata dalam penelitian ini adalah sebesar Rp 21.919.331,-. per/Ha/Tahun. Dan hasil perhitungan tingkat return cost R/C di Kecamatan Permata adalah sebesar 4,11, sehingga dapat disimpulkan bahwa usahatani kopi di Desa Bener Pepanyi Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah layak untuk dikembangkan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish in Gajah Putih Journal of Economics Review agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed CC BY SA under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.











