Penanganan Pasca Panen Komoditas Jagung Di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Penulis

  • Mujiadi Mujiadi Universitas Darul 'Ulum Jombang
  • Dwi Rizaldi Hatmoko Universitas Darul 'Ulum Jombang
  • Agus Fahmi Universitas Darul 'Ulum Jombang

DOI:

https://doi.org/10.55542/jipp.v5i1.486

Kata Kunci:

Jagung, pasca panen, penanganan

Abstrak

Produksi Jagung Dalam Negeri Belum Mampu Memenuhi Kebutuhan, Sehingga Kedepan Jagung Memiliki Potensi Untuk Dikembangkan Sebagai Sumber Bahan Pakan, Pangan Dan Industri Lainnya. Upaya Peningkatan Produksi Jagung Akan Terus Digulirkan. Tahapan Pasca Panen Merupakan Salah Satu Faktor Vital Yang Cukup Berpengaruh Terhadap Produksi Peningkatan Produksi Jagung Perlu Disertai Dengan Upaya Perbaikan Proses Pasca Panen. Penanganan Pasca Panen Dimaksudkan Untuk Mengusahakan Agar Produk Tidak Mengalami Susut, Baik Itu Susut Mutu Dan Susur Bobot, Sehingga Kualitas Jagung Yang Dihasilkan Oleh Petani Memperolah Harga Yang Layak. Hasil Penelitian Dalam Penelitian Ini Adalah Jagung Biasanya Dipanen Pada Umur Sekitar 4 Sampai 4,5 Bulan. Kegiatan Pasca Panen Terdiri Dari Sejumlah Tahapan Dimulai Dari Panen, Pengupasan, Pengeringan, Pemipilan, Penyimpanan Dan Pengangkutan. Penanganan Pasca Panen Komoditas Jagung Di Beberapa Kecamatan Di Indonesia Masih Belum Optimal, Belum Banyaknya Pengetahuan, Teknologi Dan Ketrampilan Masyarakat Daerah Tentang Jagung. Dalam Hal Penanganan Pasca Panen Jagung Juga Mesin Terbatas.

Diterbitkan

2023-01-13

Cara Mengutip

Penanganan Pasca Panen Komoditas Jagung Di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. (2023). Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perkebunan, 5(1), 01-06. https://doi.org/10.55542/jipp.v5i1.486